Jakarta – Mantan Menteri Kelautan serta Perikanan atau Menteri KKP Susi Pudjiastuti membuka pendapat masalah rencana Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono yang digunakan akan membuka kembali ekspor benih lobster atau benur. 

Susi Pudjiastuti menyebut, kebijakan membuka keran ekspor benur harusnya tak dilakukan. Pemerintah, kata Susi, juga harus menindak tegas pelaku penyelundupan benih lobster. “Sebaiknya tiada diperbolehkan ekspor bibit (lobster). Penyelundupan harus ditindak. Plasma nutfah harus dilindungi,” ujar Susi Pudjiastuti di keterangannya dalam media sosial X @susipudjiastuti yang disitir pada Selasa, 19 Desember 2023. 

Susi Pudjiastuti menjelaskan, publik kemudian pemerintahan Daerah Pangandaran sudah pernah menghentikan kegiatan penangkapan bibit lobster selama lima bulan terakhir. Berkat upaya ini, pada sebulan terakhir, penduduk pada masa kini dapat memperoleh lobster berukuran 100 gram hingga 600 gram per ekor. Untuk keperluan ekspor, penduduk dapat jual lobster berukuran 160 gram hingga 300 gram dengan biaya berkisar Mata Uang Rupiah 400 ribu per kilogram. 

“(Lobster) yang digunakan besar lebih tinggi mahal lagi. (Lobster) yang tersebut kecil rakyat mampu makan beli Rupiah 80 ribu per kilogram, sangat lebih lanjut tinggi nilainya dibandingkan dengan bibit ditangkap yang sanggup menyebabkan kepunahan,” ujar Susi Pudjiastuti. 

Sebagai informasi, Menteri Kelautan kemudian Perikanan atau Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan adanya potensi pemerintah membuka kembali ekspor benih bening lobster atau benur yang digunakan sebelumnya dilarang oleh Susi Pudjiastuti. 

Selanjutnya: Trengono menyebut, pada waktu ini pemerintah masih melakukan….

  • 1
  • 2
  • Selanjutnya